Metadesain Blog

Update semua URL dengan https://

Jika sebelumnya Google sudah memberikan penilaian lebih pada url https:// yang berkaitan dengan rating SEO dan keamanan yang lebih baik, maka mungkin Anda juga sudah mengetahui kabar bahwa mulai bulan Juli 2018, Google Chrome sudah memberikan kriteria penilaian "NOT SECURE" pada url yang belum menggunakan https://.

[caption id="attachment_657" align="aligncenter" width="345"] Contoh kriteria penilaian Google Chrome untuk non-https[/caption]

Lalu bagaimana dengan website website CMS Wordpress yang telanjur memakai url http:// ? Tentu kita harus mengupdate query database MySQLnya. Saya tidak menyarankan dengan mengupload ulang dengan database yang sudah kita edit urlnya di localhost, karena sering tindakan tersebut malah mereset semua setting theme option dan menu kita.

(more…)

Tahun 2018 wajah baru materi baru

“Hah? Kenapa konten webnya hanya segini padahal sudah dari tahun 2008?” mungkin itu yang ada di benak pengunjung di web saya ini.. =)

Awal Tahun 2008

Jauh sebelumnya Metadesain bergerak sebagai jasa privat kursus website dan desain 2D. Banyaknya tawaran dan kebutuhan murid-murid akhirnya melebarkan arah bidang ke jasa pembuatan website juga. Dengan persiapan konsep profil usaha serta filosofi desain tema (theme) nya, akhirnya di pertengahan November tahun 2008, saya membeli domain .com dan mulai aktif mengisi konten di awal tahun 2009.

Pengunjung bisa mengecek di https://web.archive.org, lalu ketikkan URL “metadesain.com” (tanpa petik). Saya sangat terbantu dengan adanya WayBack Machine (https://web.archive.org) yang melacak dan merekam semua riwayat/ arsip konten suatu alamat website sekitar 5 - 7 tahun terakhir.

[caption id="attachment_508" align="aligncenter" width="300"] Informasi Domain di whois.com[/caption]

[caption id="attachment_642" align="aligncenter" width="500"] Rekaman Tampilan awal Metadesain sekitar akhir tahun 2008 oleh wayback machine, walau dengan kondisi css dan gambar sudah dihilangkan[/caption]

Berbekal sebagai penyedia kursus website, desain grafis dan microsoft office, Metadesain juga merupakan salah satu impian saya untuk menyediakan layanan pembuatan website dengan desain yang menarik, namun tetap sesuai aturan struktur web yang mudah dikenali oleh Mesin Pencari. Saat itu saya fasih menggunakan CMS Joomla dari versi 1.0 sampai versi 3.0. Saya juga masih sering membuat mockup desain tema (theme) dan slicing image dengan  Adobe Photoshop dan Macromedia Dreamweaver, apabila mendapat project pembuatan  programming PHP. Saat itu zaman responsive masih belum ada atau mungkin belum booming.

Tahun 2010 Theme diperbarui

[caption id="attachment_525" align="aligncenter" width="616"] Tampilan tema Metadesain sekitar tahun 2010[/caption]

Saat itu, Metadesain melebarkan ke jasa SEO sesuai permintaan para klien yang menginginkan websitenya berada 10 besar dalam pencarian Google dan Yahoo. Dulu Pagerank dan Alexa begitu sering menjadi patokan utama ukuran ketenaran suatu website. Saya masih memakai Joomla namun mulai tertarik dengan fitur dan kemudahan Wordpress.  Istilah Responsive mulai diperkenalkan tahun-tahun itu, sehingga saya mulai memikirkan seperti apa tampilan website tersebut ketika diakses melalui Blackberry dan Layar dekstop resolusi kecil.

Tahun 2012 Theme diperbarui lebih fresh

[caption id="attachment_585" align="aligncenter" width="500"] Tampilan website sekitar tahun 2012[/caption]

Logo Metadesain dengan filosofi yang baru (butterfly) mulai diperkenalkan. Metadesain saat itu memiliki kantor dengan beberapa karyawan, sekaligus tempat kursus website bernama National Training Center. Selain itu saya juga bekerja parttime di suatu perusahaan daerah Krian sebagai karyawan IT. Namun dengan beberapa pertimbangan, saya akhirnya fokus mengembangkan usaha ini dengan resign dari perusahaan tersebut. Saya mendapat tawaran project programming dari Kalimantan, Sulawesi dan NTT.

Tahun 2016 Theme Wordpress mulai ditampilkan

Awal tahun tersebut, saya ada waktu untuk memperhatikan kondisi website saya yang hampir 2 tahun jarang bahkan tidak pernah update tutorial sehingga perlahan pasti pengunjung mulai berkurang. Versi Joomla 2.5 saat itu sudah lama tidak ada support update dan hosting mulai meninggalkan versi PHP 5.3, sehingga saya mengambil keputusan total mengganti dengan Wordpress. Saat itu saya mencoba memakai konsep One Page yang tidak perlu banyak konten dan mengurus artikel, karena bertepatan dengan mendapat tawaran pekerjaan sebagai Project Manager dan UX-UI designer di software house yang saat itu berfokus dalam pembuatan startup financial technology.

..bersambung...